5 Langkah yang Anda Lakukan dalam Proses Desain

•April 20, 2008 • Leave a Comment

Seringkali ,banyak orang melakukan kesalahan dengan berpikir bahwa memulai proses desain adalah dengan menyalakan komputer tanpa membuat brainstorming awal atau menyusun konsep dasar terlebih dahulu. Komputer memang dapat membuat segala sesuatunya dengan mudah, tapi komputer tidak dapat menciptakan konsep.

Berikut langkah-langkah proses desain yang dapat anda ikuti:

1.      Definisikan masalah dan buat tujuan proyek desain anda

Apakah isi pesan yang ingin disampaikan?untuk siapa?media apa yang terbaik untuk menyampaikan pesan tersebut? Berapa batasan biayanya?

 

2.      Lakukan riset

Amatilah informasi-informasi dari berbagai sumber data yang berkepentingan pada proyek desain anda. Semakin banyak data yang anda kumpulkan, and akan semakin mudah melihat hubungan antara satu dengan yang lainnya. Inspirasi dapat muncul dimana saja, sehingga bawa selalu buku sketsa anda untuk merekam ide-ide yang tiba-tiba muncul. Selain untuk menulis dan menggambar, buku sketsa dapat merekam temuan-temuan pada survei yang dapat anda gunakan nantinya.

 

3.      Kembangkan ide anda dengan brainstorming

Brainstorming adalah proses mengeksplorasi solusi atau keputusan desain dengan cara menghimpun ide-ide berdasarkan keahlian dan pengalaman. Anda dapat memulainya dengan membuat daftar kata yang sesuai dengan subyek desain. Daftar ini akan membantu anda untuk mengekplorasi lebih jauh pemikiran-pemikiran yang dipengaruhi dari hasil riset anda. Menggunakan kata-kata akan jauh lebih efektif waktu daripada anda menggambar ide anda.

 

Cara lain yang efektif adalah dengan menggunakan diagram verbal atau mind mapping. Hal ini dilakukan dengan menempatkan kata kunci pada tengah-tengah kertas kemudian membuat cabang-cabang yang berhubungan dengan kata kunci dengan menuliskan ide yang muncul yang berhubungan dengan kata tersebut. Cara-cara yang dapat anda lakukan lebih jelas akan dibahas disini (tunggu artikel tentang brainstorming desain ya..coming soon)

 

4.      Analisa ide sesuai dengan tujuan proyek desain anda.

Ketika anda sedang mempresentasikan ide, sebaiknya anda dapat menyuarakan ide anda menjadi satu kalimat.  Kritik adalah cara terbaik untuk mendapatkan respon dari hasil desain anda. Melalui kritikan, akan memunculkan analisa dan saran yang akan lebih memperkaya solusi dan visual dari ide yang ditampilkan. Selain itu, kritik juga akan memberi anda kesempatan untuk menyimak persepsi orang lain. Seringkali solusi yang anda coba anda tampilkan pada desain tidak selalu sama dengan persepsi orang lain tentang hal tersebut. Buatlah catatan ketika hasil kerja anda sedang dikritik, dan jangan mencoba membela diri, meskipun anda setuju atau tidak atas respon mereka.

 

5.      Implementasikan hasil finalnya.

Coba baca kembali catatan kritik-kritik orang lain tersebut. Kemudian tanyakan pada diri anda bagaimana cara mengkombinasikan, mengubah, mengembangkan desain anda supaya lebih menjanjikan. Sekali anda telah membuat aksi yang dilakukan untuk ide tersebut, kembangkan ide tersebut menjadi sebuah kesatuan desain,yaitu mendetil dan telah dieksekusi dengan baik. Pada siswa desain yang sedang bekerja pada kelas proyek, implementasi desain merupakan tahapan akhir dari proses desain. Sebagai seoarng siswa, anda harus menyusun manual dan konsep terlebih dahulu sebelum melakukan implementasi desain.

 

 

5 Pertanyaan Dasar tentang Desain Grafis

•April 20, 2008 • 4 Comments

Anda ingin menekuni dunia desain grafis atau anda mahasiswa desain grafis yang baru saja mulai masuk bangku kuliah dan masih kebingungan menemukan intisari desain grafis? Berikut pertanyaan-pertanyaan dasar yang diurai untuk menjawab keingintahuan tersebut.

 

1.    Apa sih desain grafis ?

Apa desain grafis itu?kalau ada pertanyaan seperti itu, apakah yang terbersit dalam kepala anda? Dahulu banyak orang berpersepsi bahwa desain grafis sama dengan periklanan. Lalu adakah perbedaan antara desain grafis dengan periklanan? Pengertian sementara tentang desain grafis bisa kita sebut sebagai suatu gabungan seni dan teknologi untuk berkomunikasi, mempengaruhi, menyediakan tampilan visual untuk mengkomunikasikan pesan.

 

2.    Apa saja  yang dilakukan desainer grafis?

Desainer grafis merencanakan dan mengeksekusi suatu desain yang mengkomunikasikan pesan langsung kepada audiensi spesifik. Mereka biasanya bekerja pada produksi masal pada bidang cetak, film, media elektronik, buku, majalah, surat kabar, periklanan, kemasan, poster, CD, multimedia, web site, rambu-rambu transportasi, peta, dan berbagai bentuk desain informasi lainnya.

Pada dasarnya desainer grafis membangun kesan untuk menampilkan pesan yang ingin disampaikan klien mereka. Biasanya hal ini didukung dengan image( fotografi, film, video, seni, ilustrasi, dsb) dan teks (tipografi) melalui suatu kesatuan bentuk untuk menampilkan isi dan pesan yang jelas.

 

3.    Saya ingin menjadi desainer grafis, darimana saya harus mulai?

Banyak lulusan yang tertarik pada desain grafis berpendapat bahwa jawaban pertanyaan diatas adalah dengan belajar software grafis. Mereka terkejut bahwa mereka harus belajar dasar desain. tentang 2 dimensi dan 3 dimensi, observasi dan menggambar. Mereka butuh mengembangkan dasar-dasar bahasa visual untuk berkomunikasi sehingga dimengerti oleh orang lain.

Bahasa visual terdiri dari 2 dimensi dan 3 dimensi yaitu: garis, bentuk, tekstur, warna, komposisi, volume, jarak dan dikombinasikan dengan keseimbangan, kesatuan, proporsi, dan ritme.

 

4.    Apa yang dimaksud dengan proses desain ?

Pada prakteknya, proses desain biasanya dimulai dengan klarifikasi tujuan klien dan dilanjutkan dengan menganalisa tujuan tersebut lebih jauh dan mendetilnya.

Di ruang kelas, proses desain dimulai dengan pendahuluan tugas. Sangat penting untuk mendengarkan instruktur/dosen yang sedang menjelaskan tentang tujuan tersebut, hal ini dapat di analogikan dengan desainer profesional sedang mendengarkan kliennya. Sekali anda diberikan tugas tersebut, anda perlu mendefinisikan tujuan tugas tersebut. Akan banyak bermunculan ide-ide cemerlang, tapi ide yang paling cemerlangpun akan tidak berguna bila tidak mengkomunikasikan pesan atau mencapai audiensisi yang diharapkan. Sehingga diperlukan tahapan dalam melakukan proses desain tersebut.

 

5.    Mengapa saya harus melakukan seluruh tugas-tugas ini?

 

Tujuan dari pendidikan desain grafis adalah untuk menyiapkan siswa pada dunia kerja nyata. Seperti diungkapkan dengan lebih gamblang pada artikel Pendidikan Komunikasi visual Andi S.Boediman. Bagaimnapun tugas berbasis proyek lebih baik daripada berdasarkan materi kuliah. Ketika siswa mengerjakan tugas-tugas mereka, sebenarnya mereka sedang melakukan learning by doing. Instruktur/dosen membuat tugas-tugas untuk lebih memperjelas prinsip-prinsip desain dan mengembangkan pengalaman siswa dengan berbagai masalah dan media. Sehingga semakin lama tugas-tugas yang diberikan akan semakin bertambah kompleks untuk membangun perbendaharaan visual dari pengalaman-pengalaman siswa.

 

Kesimpulannya, tujuan dari mahasiswa desain grafis adalah untuk berproses mengembangkan ide-ide cemerlang yang sesuai dengan tugas-tugas yang diberikan. Ide cemerlang yang dimaksud memancing audiensi untuk berpikir. Ide cemerlang adalah dapat berbicara tanpa harus dijelaskan. Ide cemerlang dapat berkomunikasi dengan cepat.

 

Apakah anda punya pendapat lain atau justru pertanyaan lain seputar desain grafis?

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.